Jumat, 09 Juni 2017

Nice Home Work #4

a. Masih tetap sama, ingin memperdalam ilmu parenting

b. Masih terus berusaha walaupun kadang lupa kadang masih di komplain sama suami. Tetapi, itu hal yang wajar sebagai pembelajaran untuk diri sendiri agar lebih baik.

Misi hidup : Bermanfaat untuk keluarga dan orang banyak
Bidang : Menjadi inspirator dan contoh untuk lingkungan sekitar
Peran : Mendidik anak untuk menjadi muslim yang taat

c. Parenting, ilmu sosial, ilmu komunikasi, dan ilmu sabar

d. Tahun 1 : Lahir anak pertama
Tahun 2 : Menjadi contoh yang baik bagaimana mendidik anak pada usia tahun 1
Tahun 3 : Lahir anak kedua
Tahun 4 : Bagaimana mengelola dan membina suami dan anak-anak terutama mengatur anak yang terpaut dekat usianya
Tahun 5 : Lahir anak ketiga
Tahun 6 : Pendidikan paud dengan sistem manajemen yang dikelola secara pribadi
Tahun 7 : Lahir anak keempat
Tahun 8 : Pengembangan dan pembelajaran ke tempat lain baik dalam negeri ataupun luar negeri
Tahun 9 : Lahir anak kelima
Tahun 10 : Mengatur anak-anak sesuai bidangnya
Tahun 11 : Lahir anak keenam
Tahun 12 : Selalu belajar agar menjadi ibu hebat untuk keluarga

e. Sudah dimasukkan waktunya dan mulai berjalan dalam kehidupan

f. Rancangan, terapkan, lakukan semaksimal mungkin, evaluasi, lakukan yang terbaik

Jumat, 02 Juni 2017

Nice Home Work #3

Bismillah 😍

a. Puisi untuk suami 💌

Assalaamu'alaikum sayangnya nda..
Semoga selalu sehat, selalu dilindungi, dan selalu di jaga oleh Allah dimanapun mamas berada Aamiin 😙

For My Man❣
Nda memilihmu..
Karena taatmu kepada Allah yang insya Allah akan terus dan selalu belajar dekat dengan Allah.
Hatimu sungguh mulia, karena harapanmu hanya ridho dari Allah untuk hidupmu.

Karena yakinmu akan janji Allah. Semua janji Allah adalah benar dan Allah takkan pernah mengingkari janji Nya.

Karena sikap baktimu kepada ibumu. Bagaimana sikap suami terhadap istri adalah dilihat dari bagaimana sikap dirinya terhadap ibunya.

Karena kesabaranmu dalam mengajarkanku arti banyak hal mengenai hidup ini. Sabar yang mungkin tiada batasnya, rasa lelah yang begitu terasa namun, masih mampu membawa senyum saat kembali ke rumah.

Karena kecintaanmu berbagi dengan sesama yang luar biasa hebatnya. Bekerja hanya untuk ibadah tanpa mengharapkan apapun selain pahala dari Allah dan tanpa melihat bagaimana dirimu sendiri.

Karena dia selalu belajar bagaimana menjadi orang baik. Hakikatnya hidup hanya menjadi orang baik untuk semua, tanpa melihat sikap orang lain terhadap kita.

Dengan itu, insya Allah mamas layak menjadi ayah buat anak-anak nda. Kita belajar untuk senantiasa memahami dan berjalan beriringan untuk menjadikan anak-anak kita sholih dan sholihah.

Terimakasih mamas, telah memilihku untuk menjadi partner dalam hidupmu. Dan Terimakasih mamas, atas segala rasa cinta dan sayangnya untuk nda.

Nda mencintaimu karena Allah 😙😙 semoga Allah menjaga cinta kita hingga ke surga Aamiin..

Respon suami : Menangis haru dan memberikan pelukan sambil mengatakan "Sabar ya sayang, jangan banyak mengeluh. Belajar untuk lebih ikhlas lagi" 😢😢 Insya Allah

b. Saya menikah di bulan Mei 2016, alhamdulillah sekarang sedang hamil 5 bulan. Mohon doanya semoga semua nya dilancarkan dan diberi kesehatan, keselamatan serta kekuatan untuk ibu dan bayinya Aamiin 😙😙

c. Kekuatan potensi diri saya :  saya punya hobi masak dan suka membaca buku. Saya type orang yang mudah bergaul, suka belajar untuk hal yang belum saya pahami, selalu bertanya apa yang dibutuhkan anggota keluarga apalagi dalam hal mendapatkan pahala yang banyak. Pasti akan selalu ditanyakan ke suami "aku pengin pahala, sayang mau minta apa biar nanti nda siapkan?" Selalu dan terus belajar bagaimana menjadi istri dan ibu yang sholihah, agar kehidupan saya memiliki arti buat keluarga. Karena hakikatnya, wanita diciptakan untuk mengabdi ke Allah dan suami serta orang tuanya dan agar kelak insya Allah saya dan suami dapat membimbing anak-anak menjadi hafiz qur'an dengan apapun profesinya nanti Aamiin 🤗🤗

d. Alhamdulillah sejauh ini lingkungan tempat tinggal kami baik, di depan musholla yang insya Allah bisa sholat berjamaah setiap waktu. Hanya saja saya masih tinggal di tempat orang tua saya, sedangkan suami sedang tugas di Lampung dalam waktu yang cukup lama (LDR sedih). Di sini pasti ada pro dan kontra saat kita telah berganti status menjadi istri orang yang tanggung jawab sepenuhnya ada pada suami. Konflik pasti ada, ego pun masih tinggi dengan masing-masing anggota keluarga membawa karakter yang berbeda, walaupun sudah tahu sifat tetap masih saja ada konflik. Beberapa bulan sudah saya di rumah orang tua, pasti jadi tahu masalah mereka, pasti jadi tahu apa yang kadang membuat mereka marah dan diam. Itu yang kadang memicu konflik karena kurangnya komunikasi satu sama lain. Dan masing-masing anggota keluarga mempunyai sifat BAPER yakni BAwa PERasaan, saat mereka punya masalah sendiri, pasti anggota lain yang terkena dampak marahnya. Tetapi, mungkin di situ pula Allah memberikan saya pelajaran untuk senantiasa belajar ilmu sabar dan ilmu ikhlas. Saat belum dihargai orang, maka hanya bisa berpasrah dan instropeksi diri bahwa kita hanya boleh bergantung kepada Allah bukan kepada manusia. Kerjakan semua yang sudah menjadi takdir Allah dengan lillahita'ala 😊😊 Insya Allah sehabis melahirkan nanti, akan ikut suami dimanapun tugasnya hihi.

Jumat, 26 Mei 2017

Nice Home Work #2

Indikator sebagai individu :
* Senantiasa belajar untuk menjadi pribadi lebih baik
* Minta selalu sama Allah agar dijauhkan dari penyakit hati
* Rajin membaca Al-qur'an dan Al-matsurot
* Memperdalam ilmu agama dengan mengikuti beberapa kajian dan membaca buku
* Memperbaiki sikap dengan orang tua, saudara, dan orang lain
* Belajar memasak dan menyiapkan segala kebutuhan anggota keluarga dengan baik
* Menjadi ibu rumah tangga yang profesional

Indikator sebagai istri yang membuat suami bahagia :
* Rajin mengaji dan memperdalam ilmu agama
* Rajin membaca dzikir pagi dan dzikir petang
* Rajin sholat (tepat waktu)
* Menjaga kebersihan diri dan terlihat anggun di depan suami
* Berbau wangi hanya untuk suami tercinta
* Bermuka ceria dan tersenyum manis
* Rajin memasak untuk keluarga
* Rajin bersih-bersih rumah (menyapu, mengepel, mencuci)
* Menjadi ahli sedekah
* Hidup dengan penuh syukur dan tidak cinta dunia

Indikator sebagai ibu yang membuat anak-anak bahagia (Bismillah semoga senantiasa dikuatkan dan diberi kesehatan untuk kehamilan saya hingga lahiran nanti Aamiin) :
* Membimbing anak untuk senantiasa belajar ilmu dunia dan akhirat
* Belajar membuat kegiatan yang menyenangkan untuk anak-anak
* Memasak dengan sepenuh cinta untuk anak-anak
* Menyiapkan perlengkapan mandi dan baju anak-anak dengan rapi
* Membacakan buku-buku untuk anak minimal sehari 2 buku
* Selalu dan akan terus belajar untuk membahagiakan anak-anak dengan apa yang mereka suka

Jumat, 19 Mei 2017

Nice Home Work #1

1. Jurusan Ilmu Parenting

2. Karena Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Ibu harus bisa menguasai segala ilmu dalam universitas kehidupan terutama dalam keluarganya, namun yang pasti ilmu parenting harus bisa menjadi patokan kita dalam mengajarkan, membimbing, mendidik anak-anak untuk masa depan mereka yang lebih baik. Anak-anak adalah anugerah terindah dari Allah yang harus disyukuri dan dijaga dengan sebaik mungkin. Allah sudah menurunkan berbagai keperluan kehidupan ini dengan sebaik mungkin, hanya bagaimana kita nya mampu mengambil peran dan memanfaatkan apa yang sudah Allah cukupkan untuk kita. Tidak mungkin Allah menitipkan amanah tanpa mempersiapkan bagaimana caranya menjaga amanah tersebut. Anak adalah harta terindah yang tak pernah bisa dibayar dengan apapun, kebahagiaan yang sempurna dari Allah, maka jagalah sebaik mungkin dengan semua ilmu yang sudah Allah siapkan. Kita hanya perlu memetik ilmu itu dan menanamkan kepada anak-anak kita untuk mempersiapkan bekal mereka menghadapi universitas kehidupan mereka nantinya.

3. Harus semakin rajin membaca buku parenting, mencari artikel tentang ilmu parenting dari ahlinya, menerapkan sedikit demi sedikit ilmu itu ke anak-anak, belajar dari Al-qur'an dan sunnah Nabi, meneladani cara Nabi dan sahabatnya dalam mendidik anak-anaknya, dan berdoa agar Allah menuntun kita dengan sebaik-baiknya untuk menjaga apa yang sudah Allah titipkan yakni anak-anak kita.

4. Berdoa dengan cara yang baik, bersikap yang mampu menjadi contoh yang baik untuk anak-anak karena anak pasti mencontoh orang tuanya, jangan menjadi orang yang tinggi ilmu namun sombong, makin rajin membaca Al-qur'an agar Allah memberi petunjuk yang terbaik untuk kita saat belajar, menyaring ilmu mana yang baik dan mana yang tidak agar tidak salah dalam menuntut ilmu.